Categories: Articles

Menjadikan Trading Terburuk Sebagai Guru Paling Baik

Manusia adalah makhluk yang pada umumnya melakukan sesuatu berdasarkan kebiasaan. Tiap harinya, kita terbangun dari tidur karena alarm ponsel berdering dengan kencangnya. Namun, alih-alih langsung bangun tidur dan pergi ke kamar mandi, kita menekan tombol “snooze”.

Terkadang, kita tidak sadar saat menekan tombol “snooze” karena sudah terbiasa tiap harinya melakukan hal yang sama. Menurut MRG Trade, ini karena banyak orang tidak menyadari bahwa “kebiasaan” sudah mengontrol tindak tanduk mereka saat melakukan suatu hal. Begitu pula pada saat trading.

Bila Anda memiliki jurnal trading, coba lihat kembali catatan saat mendapatkan kerugian paling parah. Coba review kembali kesalahan apa saja yang sudah dilakukan sehingga Anda menderita kerugian pada saat itu. Tanyakan pada diri sendiri, “kenapa ya saya buka posisi di waktu ini? Apa yang ada di dalam pikiran saya waktu itu?”. Atau bahkan, Anda tidak berpikir sama sekali sesaat sebelum menekan tombol “buy/sell”?

Jika jawaban dari pertanyaan terakhir di atas adalah “tidak”, maka bisa jadi Anda sudah melakukan trade berdasarkan kebiasaan. Biasanya kesalahan ini muncul saat Anda mengabaikan sinyal-sinyal pasar forex yang muncul dan hanya menuruti kata hati sendiri karena terlalu percaya diri bahwa langkah yang akan ditempuh adalah yang paling benar.

Trading terburuk

Pengalaman paling buruk pada saat trading bukanlah saat di mana Anda menderita kerugian paling besar dari sebuah trading yang dilakukan. Ada banyak sebab mengapa sebuah trading dinilai sebagai yang terburuk. MRG Trade mengamati salah satunya adalah Anda melewatkan kesempatan trading yang paling menguntungkan seumur hidup, atau bisa jadi Anda keluar dari pasar secara prematur padahal bisa mendapatkan keuntungan yang lebih banyak lagi.

Kebiasaan buruk lainnya pada saat trading adalah Anda menjadi cuek terhadap tiap kerugian yang diderita pada saat trading. Anda terus-terusan buka posisi tanpa melakukan analisis terlebih dahulu karena Anda ingin segera mendapatkan keuntungan untuk menutup kerugian yang sudah diterima. Banyak trader menyebut hal ini dengan trading balas dendam.

Kebiasaan melakukan trading balas dendam tidak akan membawa keuntungan apa-apa, malah justru akan berujung pada kerugian atau margin call bila Anda tidak cepat-cepat memperbaiki kebiasaan ini. Bila Anda mulai terjerumus pada trading balas dendam, tinggalkan kebiasaan ini sekarang juga sebelum Anda tenggelam lebih dalam dan berakhir pada penyesalan.

Jadikan guru terbaik

Orang bijak berkata, “kekalahan adalah pengalaman paling berharga”. Petuah ini juga bisa diaplikasikan pada sistem trading. Jadikanlah kekalahan serta kerugian yang diterima sebagai pengalaman agar Anda tidak jatuh kembali ke lubang yang sama. Seperti sudah disinggung oleh MRG Trade, tanyakan hal-hal berikut ini saat Anda membuka catatan trading:

  • Hal apa yang membuat kita trading atau tidak trading pada saat itu?
    Ingat-ingat kembali apakah kesalahan saat menyusun strategi atau kah emosi yang membuat Anda mengambil keputusan untuk trading atau tidak sama sekali pada saat itu. Rasa takut akan rugi adalah salah satu hal yang menyebabkan Anda ragu-ragu untuk trading padahal sinyal trading mengatakan bahwa Anda akan mendapatkan untung yang besar.
  • Sudah tepatkah sinyal yang diikuti saat masuk/keluar pasar?
    Review kembali sinyal-sinyal yang digunakan pada saat trading, terutama saat Anda buka atau tutup posisi trading. Mengikuti sinyal yang tidak tepat pada umumnya hanya akan berujung pada kerugian. Bandingkan dengan sinyal-sinyal lainnya yang memberikan Anda keuntungan di akhir trading lalu perhatikan pola yang terbentuk

Kesimpulan

Me-review kembali jurnal trading akan membuat Anda mengetahui apakah menggunakan emosi pada saat trading dan berimbas pada kesalahan pengambilan keputusan. Dari sini Anda bisa menyiapkan hal-hal yang bisa digunakan untuk memperbaiki sistem trading dan menghindarkan Anda dari mengulang kesalahan yang sama.

Memperbaiki kebiasaan buruk pada saat trading memang terbukti tidak mudah untuk dilakukan. Namun jika menguasai hal ini, bukan mustahil Anda akan bisa mengendalikan emosi dan menjadi seorang trader yang lebih baik lagi di masa depan.

MRG Trade

Recent Posts

Virus Corona Jebol Resistance Emas

Pada 25 Januari 2020, masyarakat tionghoa di seluruh dunia merayakan Tahun Baru Imlek ke-2571. Sayangnya,…

8 hours ago

Forex Signal 26 Februari 2020

XAUUSD Sell Stop 1624.29 Stop Loss 1629.68 Take Profit 1613.34 GBPJPY Sell Stop 142.609 ...…

3 days ago

Forex Signal 25 Februari 2020

XAUUSD Sell Stop 1640.63 Stop Loss 1646.02 Take Profit 1629.68 GBPJPY Sell Stop 142.609 ...…

4 days ago

Forex Signal 20 Februari 2020

EURUSD Buy Stop 1.08787 Stop Loss 1.08376 Take Profit 1.09744 NZDJPY Buy Limit 70.716 ...…

1 week ago

Virus Corona Bikin Minyak Siap Jadi Buruan

Harga minyak dunia berpeluang besar untuk naik di tahun 2020 ini. Dengan harga minyak saat…

1 week ago

Konflik AS-Iran Mengubah Cara Trading Minyak

Kita mudah memercayai bahwa konflik di Timur Tengah melulu soal minyak. Seperti saat Amerika Serikat…

1 week ago