Categories: Articles

Apa Itu Lot dan Dampaknya Terhadap Trading?

Sebelum internet berkembang seperti sekarang, trading forex hanya bisa dilakukan oleh mereka yang berkantong tebal. Hal ini dikarenakan untuk masuk ke pasar forex, Anda butuh modal sebesar 100.000 unit mata uang. Tentunya orang dengan dana terbatas akan kesulitan untuk mengumpulkan uang sebanyak itu untuk bisa menjadi seorang trader.

Unit mata uang tersebut disebut “lot”. Tiap satunya memiliki nilai 100.000 unit mata uang. Trader biasa menyebut sebagai lot standar. Berdasarkan ukurannya, unit ini beragam ada: mini (10.000 unit), micro (1000 unit), dan nano (100 unit).

Sebelumnya, MRG Trade sudah membahas mengenai pip. Anda mungkin sudah mengetahui bahwa pip adalah angka desimal terakhir dari sebuah kurs mata uang. Dari sini saja sudah bisa dibayangkan, berapa banyak pip yang harus dikumpulkan agar dinyatakan untung?

Nah, sekarang kita akan menghitung bagaimana lot yang bisa digunakan berdampak pada nilai pip yang didapat. Sebelumnya, asumsikan kita trading menggunakan akun standar, yakni 100.000 unit. Berikut perhitungan nilai pip yang anda dapatkan:

  • USD/CHF nilai tukarnya di angka 1.4350: (0.0001/1.4350) x 100.000 = 6.968 USD per pip.

Namun untuk kurs yang mana USD tidak menjadi base currency, perhitungan pipnya sedikit berbeda.

  • EUR/USD nilai tukarnya di angka 1.2500: (0.0001/1.2500) x 100.000 = 8 x 1.2500 = 10 Euro nilainya per pip.

Nilai pip yang didapatkan tentunya akan berbeda antara satu kurs dengan yang lainnya tergantung dengan ukuran lot yang anda gunakan. Saat harga bergerak, nilai pip juga akan turut berubah tergantung dari kurs yang anda gunakan.

Pengertian leverage dan gunanya dalam trading

Sebagai trader retail, tentunya kebanyakan tidak akan sanggup untuk mulai trading bila syarat lotnya saja sebegitu besarnya. Namun di tahun 2017 ini, banyak trader seperti yang dipermudah untuk masuk ke pasar forex berkat adanya leverage. Apa itu leverage?Lihat ilustrasi MRG Trade berikut ini:

Katakanlah ada bank yang bersedia meminjamkan Anda uang sebanyak $100.000 sebagai modal untuk trading. Pihak bank hanya meminta Anda untuk mendepositkan uang sebanyak $1000 ke bank tersebut sebagai jaminan. Bank tersebut tidak akan menggunakan uang tersebut, namun hanya memegangnya saja dan akan mengembalikannya.

Kurang lebih seperti itulah ilustrasi leverage yang ada di pasar forex. Namun di pasar forex bukan bank yang memberikan leverage, melainkan broker. Jumlah leverage yang disediakan tergantung dari kebijakan broker tersebut, serta berapa banyak uang yang dirasa nyaman untuk digunakan menjadi modal trading.

Setelah mendepositkan jaminan tersebut, barulah Anda bisa trading. Broker juga akan menginformasikan kepada Anda berapa banyak dana yang dibutuhkan untuk membuka 1 posisi trading. Contohnya, jika broker menyediakan leverage sebesar 100:1, dan Anda ingin buka posisi dengan nilai $100.000. Sedangkan, Anda hanya punya modal sebesar $5000 di dalam akun.

Berdasarkan contoh di atas, broker akan mengambil dana dari akun anda sebesar $1.000, dan sisa dana yang dibutuhkan untuk buka posisi sebanyak $99.000 akan dipinjamkan oleh sang broker. Saat untung, dana $.1000 sebelumnya akan dikembalikan beserta keuntungan yang didapatkan. Namun saat anda loss, dana $1.000 anda akan dikembalikan, dikurangi nilai kerugian.

Cara menghitung keuntungan/kerugian

Langsung ke contoh saja dari MRG Trade, ya:

  • Misalnya, Anda trading kurs USD/CAD dengan nilai tukar 1.2840/1.2860. Anda membeli dolar AS (USD), ini artinya harga yang harus diperhatikan adalah harga “ASK”, yakni 1.2860.
  • Lalu, Anda buka order dengan lot standar (100.000) di harga 1.2860.
  • Beberapa waktu kemudian, harga naik ke 1.2880. Karena sudah untung 20 pip, Anda pun menutup order.
  • Nilai tukar USD/CAD yang baru adalah 1.2880/1.2900. Karena awalnya Anda melakukan ‘pembelian’ untuk membuka trade, maka untuk menutup trade harus ‘menjual’ dan harga “BID”-lah yang harus diperhatikan sekarang, yakni 1.2880.
  • Perbedaan antara 1.2880 dan 1.2860 yakni sebanyak 0.0020 atau 20 pip.
  • Dengan rumus sebelumnya, sekarang kita akan menghitung berapa banyak keuntungan yang didapatkan. Berikut perhitungannya: (0.0001/1.2880) x 100.000 = $7.764 per pipnya. Sedangkan untung yang didapatkan sebanyak 20 pip artinya Anda berhasil mendapatkan $155.280.

Yang perlu diingat-ingat:

  • Saat open order “BELI”, perhatikan harga ‘ask’, sedangkan saat open order “JUAL”, perhatikan harga ‘bid’.

Dari artikel ini, MRG Trade sudah mengenalkan beberapa istilah trading forex, mulai dari pip, pipettes, lot, leverage, hingga swap dan rollover. Klik tombol di bawah ini untuk lebih memperkaya kosakata Anda di dunia trading forex:

Tipe-Tipe Order di Trading Forex

MRG Trade

Recent Posts

Forex Signal 26 Februari 2020

XAUUSD Sell Stop 1624.29 Stop Loss 1629.68 Take Profit 1613.34 GBPJPY Sell Stop 142.609 ...…

56 mins ago

Forex Signal 25 Februari 2020

XAUUSD Sell Stop 1640.63 Stop Loss 1646.02 Take Profit 1629.68 GBPJPY Sell Stop 142.609 ...…

1 day ago

Forex Signal 20 Februari 2020

EURUSD Buy Stop 1.08787 Stop Loss 1.08376 Take Profit 1.09744 NZDJPY Buy Limit 70.716 ...…

6 days ago

Virus Corona Bikin Minyak Siap Jadi Buruan

Harga minyak dunia berpeluang besar untuk naik di tahun 2020 ini. Dengan harga minyak saat…

6 days ago

Konflik AS-Iran Mengubah Cara Trading Minyak

Kita mudah memercayai bahwa konflik di Timur Tengah melulu soal minyak. Seperti saat Amerika Serikat…

6 days ago

Peluang Emas, Nuklir, dan Kiamat makin Dekat

Pada Agustus 1945, Amerika Serikat menjatuhkan bom nuklir di Jepang untuk mengakhiri Perang Dunia II.…

6 days ago