Kelebihan dan Kekurangan dari Indikator Oscillator dan Indikator Momentum

Pada artikel sebelumnya, MRG Trade sudah bahas mengenai indikator momentum yang berguna untuk mencari kapan kiranya sebuah trend akan dimulai, dan indikator oscillator yang gunanya untuk mencari kapan sebuah trend berakhir.

Menggunakan indikator-indikator ini, Anda bisa masuk ke pasar tepat pada saat trend dimulai dan memaksimalkan keuntungan yang bisa didapatkan, serta menghindari reversal agar tidak mengalami kerugian. Namun sayangnya, tidak selamanya indikator-indikator ini berfungsi demikian.

Trader profesional menyebut kegagalan indikator-indikator ini untuk memberikan sinyal trading sebagai fakeout. Meskipun menggunakan beberapa indikator sekaligus, fakeout masih akan sering muncul dan seringkali membuat trader yang baru pertama kali menggunakan indikator-indikator ini mengalami keraguan.

Akibatnya, tidak sedikit jumlahnya trader yang menggunakan dua hingga tiga indikator sekaligus tetap ketinggalan trend, atau menempatkan take profit di posisi yang tidak tepat dan mengakibatkan ia kehilangan potensi keuntungan yang lebih banyak atau justru tergulung reversal. Semuanya karena satu hal; indikator gagal memberikan sinyal yang tepat.

Kelebihan dan kekurangan indikator oscillator

Indikator oscillator yang terdapat di MT4 antara lain stochastic, RSI dan Parabolic SAR. Ketiganya bisa digunakan untuk mencari sinyal di mana kira-kira sebuah reversal terjadi, yang mana trend sebelumnya sudah kehabisan “tenaga” dan arah trend berpotensi berbalik arah.

Berikut ini kita akan menggunakan tiga buah indikator oscillator sekaligus, yakni stochastic, RSI, dan Parabolic SAR. Mari kita lihat apakah menggabungkan ketiganya bisa memberikan sinyal trading yang kuat.

Bisa dilihat dari gambar di atas, ketiga indikator memberikan sinyal yang sama dan hasilnya? Profit! Namun ada kalanya masing-masing indikator tidak memberikan sinyal yang sama. Inilah yang dinamakan dengan fakeout. Mari kita lihat contohnya di bawah ini:

Terlihat di sini beberapa kali masing-masing indikator sepersi sedang “galau” dan saling memberikan sinyal yang berbeda. Bila Anda memilih untuk memercayai salah satu indikator, atau dalam hal ini dua indikator yang memberikan sinyal yang sama, sudah pasti Anda akan mendapatkan rugi, bukannya untung.

Menurut kami di MRG Trade, langkah terbaik ketika menemui situasi ini adalah jangan trading! Terapkan disiplin di dalam diri untuk hanya trading di saat ketiga indikator memberikan sinyal yang sama. Hindari konflik sinyal seperti ini jika Anda tidak ingin rugi pada saat trading.

Kelebihan dan kekurangan indikator momentum

Indikator momentum banyak digunakan oleh trader untuk mencari konfirmasi trend. Dengan menggunakan indikator-indikator ini, trader bisa mencari tahu apakah trend yang sedang terjadi akan terus berlangsung. Keuntungan dari menggunakan indikator momentum ini adalah trend lebih mudah untuk dicari. Kekurangannya, Anda tidak bisa mendeteksi trend ini lebih awal dan terlambat masuk pasar.

Berikut contoh dari penggunaan indikator momentum:

Di chart EUR/USD di atas, kami menggunakan indikator EMA 10 (merah) dan EMA 20 (biru), serta indikator MACD. Bisa dilihat saat garis EMA 10 memotong garis EMA 20 yang merupakan sinyal beli atau jual turut diperkuat oleh indikator MACD yang mengatakan hal yang sama.

Namun tak jarang juga perpaduan kedua indikator ini memberikan sinyal yang tak akurat alias fakeout. Berikut contoh kejadiannya yang bisa dilihat di MT4:

Di atas, indikator MACD memberikan sinyal sell yang cukup kuat dengan barisan histogram yang terus bergerak turun dan garis sinyal yang bergerak menjauh dari histogram. Namun justru di indikator moving average tidak terbentuk persilangan apa pun yang merupakan sinyal untuk ambil posisi sell.

Di sini, Anda akan bingung untuk memilih indikator mana yang berkata sebenarnya. Seperti yang sudah kami katakan sebelumnya, jika kedua sinyal tidak memberikan sinyal yang sama, hindari trading! Sangat tidak disarankan untuk “hitung kancing” untuk memilih indikator mana yang benar, karena apa pun hasilnya, Anda pasti akan rugi.

Berikutnya kita akan mempelajari mengenai pola-pola grafik atau chart untuk mengetahui arah trend pasar forex. Klik tombol di bawah ini untuk membaca artikel tersebut:

Chart Pattern: Cara Mudah Membaca Sinyal Trading

MRG Trade

Recent Posts

Forex Signal 26 Februari 2020

XAUUSD Sell Stop 1624.29 Stop Loss 1629.68 Take Profit 1613.34 GBPJPY Sell Stop 142.609 ...…

1 day ago

Forex Signal 25 Februari 2020

XAUUSD Sell Stop 1640.63 Stop Loss 1646.02 Take Profit 1629.68 GBPJPY Sell Stop 142.609 ...…

2 days ago

Forex Signal 20 Februari 2020

EURUSD Buy Stop 1.08787 Stop Loss 1.08376 Take Profit 1.09744 NZDJPY Buy Limit 70.716 ...…

1 week ago

Virus Corona Bikin Minyak Siap Jadi Buruan

Harga minyak dunia berpeluang besar untuk naik di tahun 2020 ini. Dengan harga minyak saat…

1 week ago

Konflik AS-Iran Mengubah Cara Trading Minyak

Kita mudah memercayai bahwa konflik di Timur Tengah melulu soal minyak. Seperti saat Amerika Serikat…

1 week ago

Peluang Emas, Nuklir, dan Kiamat makin Dekat

Pada Agustus 1945, Amerika Serikat menjatuhkan bom nuklir di Jepang untuk mengakhiri Perang Dunia II.…

1 week ago