Analisis Trading Forex Menggunakan Lebih dari Satu Time Frame – Bagian 1

Seperti yang diketahui bersama, pergerakan harga di pasar forex memiliki berbagai time frame (TF). Ada yang harian, jam-an, bahkan ada yang menunjukkan pergerakan harga tiap menitnya. Masalahnya, TF ini yang membuat banyak trader bingung.

Saat TF harian menunjukkan adanya uptrend, tetapi di TF menitan menunjukkan bahwa harga sedang bergerak turun, alias downtrend. Lalu, manakah yang harus diikuti petunjuknya? Pada artikel kali ini, MRG Trade akan membahas hal tersebut secara lebih mendalam.

Harapan dari tutorial kali ini adalah Anda bisa mendapatkan keputusan trading yang lebih matang sehingga keuntungan pun bisa didapatkan. Pertama, mari kita lihat terlebih dahulu time frame manakah yang sebaiknya digunakan

Time frame terbaik untuk trading forex

Ada trader yang nyaman menggunakan TF 15 menit. Ia berpendapat karena pada TF ini pergerakan harga terjadi cukup cepat, tetapi tidak terlalu cepat, sehingga ia bisa mendapatkan cukup sinyal trading dalam waktu yang terbilang singkat.

Ada juga trader yang memilih TF 1 jam karena dengan demikian ia bisa mendapatkan lebih banyak waktu untuk menganalisis pergerakan harga dan tidak merasa terburu-buru saat ingin masuk ke pasar. Sampai di sini, sudahkah Anda bisa menarik kesimpulan mengenai time frame mana yang paling cocok untuk Anda?

Yap, benar sekali! TF terbaik adalah yang cocok dengan kepribadian masing-masing. Anda harus merasa nyaman dengan TF yang digunakan. Jangan sampai Anda merasa tertekan dikarenakan pergerakan harga yang terlalu cepat hingga membingungkan, atau terlalu lamban dan membuat Anda merasa frustrasi.

MRG Trade menyarankan Anda untuk mencoba dulu trading menggunakan akun demo di berbagai TF dan mencari yang paling cocok dan nyaman untuk Anda. Berikut ini kami bagi-bagi masing-masing TF dalam beberapa tipe:

Long term

Trader long term biasanya menggunakan TF harian atau mingguan. TF mingguan bisa digunakan untuk mencari perspektif atau trend jangka panjang. Sedangkan informasi masuk pasar didapatkan dengan memerhatikan TF harian. Trader tipe ini biasanya buka posisi dalam waktu yang cukup lama, dari mingguan, bulanan, bahkan ada yang tahunan.

Kelebihan dari trading long term adalah Anda tidak perlu mengawasi pergerakan pasar tiap hari. Selain itu, semakin sedikit trading yang dilakukan, semakin sedikit pula spread yang harus dibayarkan. Anda juga punya lebih banyak waktu untuk menganalisis pergerakan harga.

Kelemahannya, pergerakan harga dalam skala besar sering terjadi paling tidak beberapa kali dalam satu tahun. Karena itu Anda butuh kesabaran tinggi saat ini terjadi. Sebab itulah banyak trader long term memasang ‘jendela’ stop loss yang terbilang lebar. Tak hanya itu, Anda juga harus memiliki modal yang cukup besar jika  ingin menjadi seorang trader long term.

Short term (swing trader)

Trader short term umumnya menggunakan TF 1 jam atau 4 jam. Biasanya mereka masuk di pasar dalam kurun waktu yang tidak terlalu lama, yakni mulai dari beberapa jam. Short term trader paling lama menahan posisi mereka dalam waktu 1 minggu.

Kelebihan dari short term trading adalah akan lebih banyak kesempatan trading yang diberikan sehingga bisa menutupi kerugian yang didapatkan sewaktu-waktu harga tidak bergerak sesuai dengan analisis. Sama seperti long term trading, short term trading ini juga memiliki sejumlah kelemahan.

Kelemahan yang paling mencolok adalah biaya yang harus dikeluarkan untuk membayarkan spread pun lebih besar dibandingkan long term trading karena Anda lebih sering keluar masuk pasar.

Intraday

Trading intraday biasanya menggunakan TF yang kecil, yakni 15 menitan atau 5 menitan. Trader biasanya masuk ke pasar saat dibuka, lalu keluar saat pasar ditutup. Inilah yang membuat sistem trading ini disebut sebagai intraday. Karena trading tidak pernah berjalan lebih dari 1 hari lamanya.

Keuntungan dari trading intraday adalah Anda akan sering menemukan kesempatan yang baik untuk masuk ke pasar karena pergerakan harga yang begitu cepat dan dinamis. Selain itu, karena selalu tutup posisi di saat penutupan pasar, maka Anda tidak pernah dikenai biaya swap.

Kelemahan dari intraday trading adalah Anda akan lebih rentan terhadap spread karena Anda sering buka tutup posisi dalam waktu satu hari saja. Selain itu, intraday trading lebih sulit untuk dijalankan karena Anda harus terus menyesuaikan diri terhadap perubahan harga tiap menit.

Tak berhenti sampai di situ saja, Anda pun harus membatasi keuntungan di tiap trading karena arah pergerakan harga yang berganti begitu cepat. Nah, setelah Anda sudah menentukan TF yang ingin digunakan, MRG Trade akan lanjut bahas cara trading menggunakan beberapa time frame sekaligus. Klik tombol di bawah ini untuk melanjutkan pembahasan:

Trading Dengan Lebih dari Satu Time Frame – Bagian 2

MRG Trade

Recent Posts

Virus Corona Jebol Resistance Emas

Pada 25 Januari 2020, masyarakat tionghoa di seluruh dunia merayakan Tahun Baru Imlek ke-2571. Sayangnya,…

9 hours ago

Forex Signal 26 Februari 2020

XAUUSD Sell Stop 1624.29 Stop Loss 1629.68 Take Profit 1613.34 GBPJPY Sell Stop 142.609 ...…

3 days ago

Forex Signal 25 Februari 2020

XAUUSD Sell Stop 1640.63 Stop Loss 1646.02 Take Profit 1629.68 GBPJPY Sell Stop 142.609 ...…

4 days ago

Forex Signal 20 Februari 2020

EURUSD Buy Stop 1.08787 Stop Loss 1.08376 Take Profit 1.09744 NZDJPY Buy Limit 70.716 ...…

1 week ago

Virus Corona Bikin Minyak Siap Jadi Buruan

Harga minyak dunia berpeluang besar untuk naik di tahun 2020 ini. Dengan harga minyak saat…

1 week ago

Konflik AS-Iran Mengubah Cara Trading Minyak

Kita mudah memercayai bahwa konflik di Timur Tengah melulu soal minyak. Seperti saat Amerika Serikat…

1 week ago